Monday, January 23, 2017

9 Tahap Menulis Artikel yang Baik untuk Website agar Mendapatkan Peringkat 1 di Google


Gara-gara semakin populernya dunia blogging, banyak orang yang tertarik untuk membuat artikel.
Membuat artikel itu sepertinya gampang…
…tinggal ngetik.
Tapi jangan anggap remeh.
Membuat artikel yang menarik itu tidak mudah.
Apalagi untuk website!
Website beda dengan buku. Saat orang-orang browsing website, mereka biasanya tidak suka baca artikel yang terlalu panjang.
Inilah masalah terbesar dari pemilik website dan blog.
Sudah capek-capek bikin artikel…
Tidak ada yang baca sampai selesai…
Lalu tidak ada yang berkunjung ke websitenya…
Akhirnya artikel mereka gagal mendapatkan peringkat di Google. Meskipun sudah belajar yang namanya SEO.
Tapi jangan khawatir, ada solusinya.
Di dalam panduan ini saya akan mengajarkan anda bagaimana cara menulis artikel yang tidak membosankan bagi pengunjung website.
Mari kita mulai.

0. Lupakan SEO

Kalau anda baca di situs-situs lain, katanya supaya website kita banyak yang baca, maka artikelnya harus dioptimasi untuk mesin pencari atau SEO.
Istilahnya “artikel SEO-friendly”.
Sayangnya, konsep ini sudah ketinggalan jaman.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka yang mengaplikasikan teknik SEO (jadul) justru gagal, dan mereka yang melupakan SEO ketika menulis artikel justru mendapatkan peringkat tinggi.
Gila kan?
Ini karena mereka yang fokus dengan SEO secara tidak sadar malah membuat artikel untuk mesin.
Artikel yang tidak menarik dibaca oleh manusia.
Oleh karena itu, dalam panduan ini saya mengajak anda untuk melupakan SEO-friendly dan fokus ke “human-friendly”.
Dulu, yang kita anggap sebagai artikel SEO adalah yang seperti ini:
  1. Memiliki keyword density sekian persen
  2. Panjang minimal 300/500 kata
  3. Bold, underline, italic di setiap keyword
  4. Keyword di judul, paragraf pertama, paragraf terakhir
  5. Keyword di meta description
  6. Menggunakan subheader (h2-h6) yang berisi keyword
Tapi sekarang…lupakan semua aturan tadi.
Ini alasannya:

Google menggunakan perilaku manusia untuk menentukan peringkat di hasil pencarian

Bingung?
Maksud saya begini…
…ketika kita (manusia) membaca artikel, kita tahu jelas bedanya antara yang bagus dan jelek.
Artikel yang bagus biasanya dibaca dalam waktu lama, sering direkomendasikan kepada orang lain, dan pembaca tidak perlu mencari artikel yang lain lagi.
Google bisa menerjemahkan perilaku ini menjadi data.
Data perilaku inilah yang digunakan untuk menentukan peringkat.
Makanya saya bilang Google menggunakan perilaku manusia.
Sudah dapat maksudnya?
Ini gambarnya supaya agak lebih jelas lagi:
Bagaimana Google menilai artikel
Mari kita balik lagi ke 6 aturan jadul di atas…
Anggaplah anda menulis buku.
Buku fisik, bukan website.
Apakah menggunakan banyak bold, italic, underline, dan keyword density tertentu bisa membuat buku anda jadi lebih menarik?
Mestinya tidak berpengaruh.
Emangnya iya kalau kita nulis kata ABC sekian kali lalu artikelnya tiba-tiba jadi lebih menarik?
Nggak logis…
Justru kalau menggunakan suatu kata secara berlebihan malah akan membuat manusia yang membaca artikel anda jadi lebih terganggu.
Akibatnya, mereka tidak jadi baca.
Nah, karena kita sudah tahu bahwa artikel di website SAMA dengan artikel di buku (sama-sama dinilai oleh manusia) maka caranya mesti sama.
Anda harus melupakan teknik SEO jadul dan fokus kepada manusia.
Itulah artikel yang akan bisa jadi viral, dibaca banyak orang, dan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari.
Inilah caranya.

1. Pelajari karakter calon pembaca

Beda topik, peminatnya juga beda.
Anak muda, dewasa, mayoritas pria, mayoritas wanita, dan lain-lain.
Misalnya artikel tentang “keuangan” mungkin pembacanya usia 25 ke atas, ya kan? Lalu artikel mengenai game peminatnya lebih muda.
Jadi cara nulisnya juga beda.
Repot ya…
…Untuk apa sih kita mesti mempelajari karakter?
Tujuannya supaya anda bisa menyesuaikan isi artikel terutama gaya penulisan dengan karakter pembaca anda.
Dengan kata lain:
Supaya artikel anda enak dibaca.
Supaya pembaca tidak bosan.
Contohnya, kalau pembaca anda mayoritas anak muda, anda gunakan bahasa yang lebih santai. Kalau anda kaku, maka mereka bakal merasa aneh.
Kalau sudah begitu, mereka akan pergi.
Ada satu hal lagi, anda tidak harus menulis sesuai EYD seperti yang diajarkan bu guru di sekolah.
Yang penting enak dibaca.
Mari kita balik ke karakter pembaca…
Untuk mengetahui demografi pembaca website, anda bisa lihat dari beberapa media berikut:
  1. Google Analytics (Audience > Demographics > Overview)
  2. Situs komunitas dimana orang-orang yang antusias terhadap topik anda berkumpul
Demografi PanduanIM
Gambar di atas merupakan demografi pembaca situs ini.
Diambil dari Google Analytics.
Dari situ saya bisa tahu bahwa pembaca situs PanduanIM ini adalah mayoritas pria berumur 18-24 tahun. Tulisan saya juga menyesuaikan.

2. Pancing pembaca dengan judul yang menarik

Tahukah anda…kalau ada 100 orang yang mampir ke website anda, 80 orang akan membaca judul artikelnya.
Tapi hanya 20 orang yang lanjut baca isinya.
Parah ya.
Artinya anda kehilangan potensi pembaca yang sangat besar.
Coba kita ingat kembali ketika melakukan pencarian di Google. Apa yang membuat kita memilih salah satu website?
Judulnya…ya kan?
Judul dilihat pertama kali
Jadi pertempuran kita dimulai dari judul.
Kalau artikelnya bagus, sebagus apapun, kalau judulnya jelek maka tidak akan ada yang membaca.
Satu hal lagi:
Kalau kita bicara rangking. Judul juga salah satu faktor terbesar yang akan membuat peringkat artikel anda di Google jadi tinggi.
Lihat gambar berikut untuk memahami logikanya:
Peringkat dan jumlah klik
Google mengikuti perilaku manusia…
Manusia akan mengeklik judul yang lebih menarik…
Maka kalau manusia menganggap artikel kedua lebih baik, maka Google akan menaikkan peringkat artikel tersebut jadi ke peringkat satu.
Itu logikanya, sekarang kita lihat caranya.
Misalkan kalau anda search di Google dengan kata kunci “cara mengusir lalat”, kemudian di peringkat 1-3 ada artikel berjudul seperti ini:
  1. 5 Cara Mengusir Lalat
  2. 5 Cara Praktis untuk Mengusir Lalat dari Rumah dalam 30 Menit
  3. Tutorial Tips Cara Mengusir Lalat Secara Alami Terbaru Terlengkap
Judul artikel pertama…biasa.
Format penulisan judul seperti nomor 1 terlalu standar, tidak ada faktor X yang membuat orang lain tertarik untuk membaca.
Sekarang kita lihat judul kedua:
Ada kata-kata seperti “praktis” dan “dalam 30 menit”.
Dari judulnya kita bisa membayangkan bahwa artikel kedua punya nilai lebih dari artikel pertama. Kalau saya cuma boleh baca 1 artikel, saya akan pilih yang kedua.
Judul pertama itu ibarat makan tahu.
Judul kedua ibarat makan tahu + kecap.
Manusia yang melakukan pencarian di Google selalu ingin solusi terbaik dan termudah dari permasalahan mereka.
Inilah yang harus kita tawarkan.
Karena itu, di judul harus ada “kecapnya”.
TAPI bukan hanya judulnya saja…
Artikel anda juga harus ada kecapnya.
Kalau anda menulis seperti contoh di atas (tips praktis 30 menit), maka isinya juga harus sesuai dengan judulnya. Jangan membohongi pembaca.
Oh ya, kita belum bahas judul ketiga.
Intinya sih jangan buat judul seperti nomor tiga.
Judul ketiga adalah korban dari optimasi berlebihan dengan memasukkan kata-kata yang terlihat heboh, padahal justru jadi aneh dibaca.
Ini tren konyol yang sering dilakukan blogger Indonesia.
Jangan pernah gunakan judul ke-3.
Untuk cara ngeceknya, coba ucapkan judul tersebut. Kalau tidak lazim diucapkan, berarti judulnya aneh, jangan digunakan.
Teknik pembuatan judul sangat penting.
Bahkan karena pentingnya maka saya membuat 1 artikel khusus yang membahas judul. Silahkan baca 7 teknik pembuatan judul konten ini.

3. Artikel anda tidak akan dibaca kata-per-kata, lakukan ini untuk mengakali

Saya tadi sempat bilang ini:
Artikel di website beda dengan buku.
Saat baca buku atau koran atau majalah, kita memang sedang ingin fokus membaca.
Di internet tidak demikian.
Di internet, orang-orang ingin bergerak dengan cepat dari website A ke website B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata.
Anda pun juga pasti sudah melewati sebagian besar tulisan di atas.
Ini wajar.
Pola pembaca ini diberi nama F-shaped pattern, karena seperti huruf F.
Jadi mereka melakukan scanning secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat yang menarik barulah mereka membaca secara horizontal.
Gambar berikut ini didapatkan dari penelitian menggunakan alat pelacak gerakan mata ketika membaca konten di website.
f_reading_pattern_eyetracking
Seperti terlihat dalam gambar, sebagian besar orang hanya membaca lengkap di bagian atas. Semakin ke bawah, semakin sedikit yang mereka baca.
Seperti huruf F kan?
Sebagai penulis, kita ingin meminimalisir yang seperti ini.
Kita ingin supaya mereka membaca selama mungkin.
Alasannya penting:
Semakin lama mereka menghabiskan waktu di website anda, maka akan tercipta “ikatan” yang kuat antara anda dengan pembaca.
Pembaca akan semakin “cinta” dengan anda dan tulisan anda.
Untuk itu, ada 2 cara untuk mengakali.

Jangan ikuti saran dari guru Bahasa Indonesia

Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok. Kalau tidak, saya beri nilai nol.
Itu waktu di sekolah.
Ini tidak bagus untuk artikel di website.
Kenapa?
Karena paragraf yang berisi terlalu banyak tulisan akan membuat mata lelah.
Karena itulah sebaiknya satu paragraf untuk artikel website maksimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.
Selain paragraf singkat, anda juga bisa menggunakan subheader untuk memotong atar bagian supaya artikel anda jadi lebih “ringan”.
Lihat gambar ini sebagai perbandingan:
Paragraf panjang vs pendek
Lebih enak mana, baca yang kiri atau yang kanan?
Yang kanan, pasti.

Terapkan inverted-pyramid (piramida terbalik)

Mulai nulis itu susah.
Apa yang ditulis duluan? Apa selanjutnya? Apakah ini perlu dibahas atau tidak?
Bingung.
Untungnya, ada suatu metode yang bisa memperjelas kebingungan anda.
Metode piramida terbalik.
Metode ini sering digunakan oleh jurnalis untuk membuat berita yang menarik untuk dibaca.
Teknik ini akan kita manfaatkan.
Kira-kira seperti ini:
Piramida Terbalik
Bagian atas (depan) artikel harus mengandung gambaran utama dari artikel anda dan alasan mengapa mereka harus membaca artikel tersebut lebih lanjut.
Paham maksudnya?
Jadi di bagian awal artikel mesti ada suatu informasi berupa “manfaat” dan “iming-iming” supaya pembaca mau melanjutkan membaca sampai habis.
Lalu di tengah artikel kita jelaskan lebih lanjut detailnya.
Butuh contoh?
Coba scroll sedikit ke atas ke awal bagian metode ini.
Di awal saya menjelaskan bahwa metode ini bisa membantu anda mengatasi kebingungan dan bisa digunakan untuk membuat artikel yang menarik.
Itu manfaat dan iming-imingnya.
Dengan demikian akan semakin banyak pembaca yang akan melanjutkan membaca sampai akhir.

4. Ikuti format berikut agar tulisan anda terbaca

Saya sering nemu artikel seperti ini:
Topiknya menarik.
Tapi tulisannya SUSAH dibaca.
Akhirnya meskipun sepertinya menarik tapi jadi susah dibaca.
Coba deh, apa perasaan anda kalau anda harus membaca artikel yang:
  • Hurufnya terlalu kecil
  • Jarak antar barisnya kecil
  • Menggunakan jenis font yang sulit dibaca
Sebagus apapun isi artikelnya, percuma kalau tidak terbaca.
Saya sering dengar orang-orang berusia 40+ yang mengeluh ketika membaca artikel di depan komputer, katanya terlalu kecil dan sulit dibaca.
Jangan menyiksa mereka.
Gunakan font dan ukuran yang mudah untuk dibaca.
Font-font seperti Arial, Helvetica, Open Sans, Roboto, Georgia, merupakan font yang umum dipakai di website, gunakan font seperti ini daripada yang tidak umum.
Kalau bingung, lebih baik tidak usah gunakan font khusus.
Lebih jelasnya:
  • Gunakan font yang mudah dibaca atau tidak usah gunakan font khusus kalau anda bingung
  • Ukuran antara 14-22px
  • Lebar horizontal antara 480-720px
  • Line-height antara 1.5-2em
  • Margin di bawah paragraf antara 1.5-2em
Itu secara tulisan…
…masih ada lagi.
Ini beberapa cara yang bisa anda lakukan supaya artikel anda jadi lebih mudah dibaca:
  1. Gunakan banyak gambar
  2. Gunakan subheader supaya artikel panjang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
  3. Gunakan list (seperti ini)

5. Tingkatkan kualitas dan bobot isi artikel anda

Akhirnya, kita masuk ke inti utama dari artikel ini.
Bobot dan kualitas adalah faktor utama penentu bagus-tidaknya artikel anda.
Semakin berbobot artikel anda, maka pembaca semakin puas.
Masuk akal kan?
Enak mana baca 1 artikel dapat informasi yang lengkap atau baca 10 artikel yang isinya sepotong-sepotong dan bikin bingung?
Enak yang pertama.
Untuk membuat artikel berbobot yang bisa memuaskan pembaca anda harus melakukan riset.
Tapi masalahnya ini:
Artikel yang berbobot hanya bisa dibuat oleh penulis yang paham betul mengenai topiknya.
Anda tidak akan bisa menciptakan artikel yang berbobot tanpa mengerti apa yang dibahas dan hanya bermodal contek sana contek sini.
Solusinya mudah…
Kalau anda bukan seorang ahli dalam topik artikel yang akan anda buat, perbanyak waktu untuk membaca artikel-artikel lain yang sejenis.
Kemudian gunakan metode KTP untuk membuat konten berkualitas.
Tahap riset ini sering dilewatkan oleh blogger.
Oleh karena itu, sayangnya, di Indonesia masih banyak artikel-artikel yang tidak berbobot.
Salah satunya contoh berikut:
Artikel ini saya temukan di Google, topiknya adalah “cara meningkatkan produktivitas“.
Coba perhatikan inti dari artikel tersebut:
  1. Pengertian produktivitas
  2. Pentingnya produktivitas
  3. Bangun lebih pagi
  4. Miliki tujuan
  5. Belajar dari orang lain
  6. Hindari merasa kewalahan
  7. Ambil waktu beristirahat
  8. Berdoa sebelum bekerja
Ini ekspresi saya setelah baca artikel tadi:
Facepalm
Mari kita bedah satu per satu inti dari artikel tadi (tanpa bermaksud menjelekkan penulisnya):
  1. Pengertian produktivitas — Kalau seseorang mencari info tentang cara meningkatkan produktivitas, mereka TIDAK perlu diberitahu apa itu pengertian produktivitas, mereka sudah paham.
  2. Pentingnya produktivitas — sama seperti nomor 1
  3. Bangun lebih pagi — ya iyalah, ini sih sudah jelas
  4. Miliki tujuan — kalau nggak punya tujuan ya sudah pasti tidak bisa produktif
  5. Belajar dari orang lain — justru baca artikel ini karena mau belajar, kok malah disuruh belajar ke orang lain lagi
  6. Hindari merasa kewalahan — semua orang juga sudah tahu
  7. Ambil waktu beristirahat — sama seperti nomor 6
  8. Berdoa sebelum bekerja — kalau orangnya religius, berdoa memang bagus, tapi ini bukan langkah yang bisa meningkatkan produktivitas
Sudah jelas?
Mari kita bahas lebih lanjut.
Jenis artikel yang umum di internet ada 2:
Informasi atau panduan.
Kalau artikel berupa panduan, isinya harus benar-benar bisa menjadi panduan.
Bukan sekedar bacaan…
…harus bisa langsung digunakan untuk menyelesaikan permasalahan.
(Contoh artikel tadi mestinya sih panduan)
Artikel panduan yang baik isinya dapat digunakan sebagai pedoman pegangan ketika pembaca akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan artikel tersebut.
Misalnya:
  • Resep makanan yang bisa langsung dilakukan ketika mereka memasak
  • Panduan membeli HP bekas yang bisa dijadikan panduan ketika membeli HP bekas
  • Cara meningkatkan produktivitas kerja yang bisa langsung dilakukan untuk meningkatkan produktivitas
Kalau kita cuma memberikan informasi yang tidak berbobot (seperti contoh di atas), maka artikel anda tidak bermanfaat.
Kembali ke contoh artikel di atas.
Setelah membaca isi artikel tersebut kira-kira apa yang dilakukan pembaca?
Apakah produktivitas mereka meningkat?
Saya rasa mereka langsung menutup tab browser tanpa melakukan apapun yang bisa meningkatkan produktivitas, kemudian langsung lupa isinya dalam 10 menit.
Ada beberapa panduan yang bisa anda baca setelah ini untuk menciptakan konten yang berbobot:
Satu hal lagi yang perlu anda ingat:

Artikel berbobot biasanya lebih panjang, tapi artikel yang lebih panjang belum tentu berbobot

Ada kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh penulis konten, yaitu menulis terlalu banyak basa-basi karena ingin mendapatkan jumlah kata tertentu.
Ini gara-gara orang bilang artikel panjang = bagus untuk SEO.
Tapi yang penting sebetulnya bukan panjangnya, tapi bobotnya.
Berikut 2 contoh komposisi artikel:
Artikel A vs B
  • Artikel A hanya dibuat untuk sekedar mencapai jumlah kata tertentu tanpa memberikan manfaat
  • Artikel B dibuat untuk mengedukasi. Melalui proses riset dan perencanaan yang mendetail sehingga hasilnya “berdaging”
Sadar atau tidak, banyak penulis yang membuat Artikel A.
Karena mudah…
Tinggal basa-basi.
Untuk membuat artikel B, anda mau-tidak-mau harus paham tentang topiknya. Kalau tidak, maka artikel anda tidak akan bisa “mengajarkan” sesuatu kepada orang lain.
Karena itulah ikuti Metode KTP ini sebelum menulis artikel.

Tapi bagaimana kalau topiknya cuma bisa dibahas singkat?

Gampang:
Jangan dipanjang-panjangkan.
Topik sangat berpengaruh dengan panjang artikel.
Kalau topik yang anda pilih memang sempit, maka artikelnya memang akan jadi pendek.
Tapi ini berlaku sebaliknya juga:
Kalau topiknya besar, jangan buat artikel yang pendek (karena malas). Ini jadinya artikel yang tidak berbobot.

Atau kalau bisa, pilihlah topik yang memang bisa dibahas jadi panjang. Karena rata-rata memang artikel panjang mendapatkan hasil yang lebih bagus di search engine:
Panjang artikel
Ini gambar penelitian yang menunjukkan bahwa artikel di halaman 1 Google saat ini rata-rata panjangnya melebihi 2000 kata.
Saya simpulkan:
Kalau bisa, pilih topik yang luas.
Lalu buat artikel yang berbobot.
Tapi kalau memang topiknya singkat, jangan dipanjang-panjangkan.

6. Temukan dan gunakan keyword LSI

Sejujurnya saya belum mau bahas yang ini…
…tapi banyak pembaca yang protes, kenapa saya tidak bahas tentang SEO padahal ini panduan membuat artikel website.
Oleh karena itu, sekarang kita masuk ke teknikal SEO.
(kalau anda belum tahu SEO, saya sarankan baca ini dulu)
Ini salah satu tips paling ampuh untuk membuat keyword yang bisa mendapatkan peringkat tinggi.
Ada 2 manfaat menggunakan keyword LSI:
  • Mendapatkan peringkat untuk berbagai long tail keyword
  • Meningkatkan relevansi & rangking untuk keyword utama
Untuk anda yang belum pernah mendengar istilah ini, mari kita bahas dulu…
…apa sih LSI?
Singkatnya, LSI (Latent Semantic Index) adalah fitur yang diadopsi oleh mesin pencari seperti Google supaya bisa mengerti maksud dari artikel.
Misalnya “Apple”.
Istilah Apple bisa ambigu antara buah atau nama perusahaan.
Mesin pencari mampu membedakan mana yang buah dan mana yang perusahaan dengan cara membaca kata-kata yang mengelilingi kata utamanya.
Apple LSI
Jadi kalau anda mencari di Google dengan kata kunci “apple store”, maka Google paham yang dimaksud bukan toko buah apel melainkan tokonya perusahaan Apple.
Tapi apa hubungan LSI dengan SEO?
Begini…
Masih ingat teknik SEO jadul tadi?
Mengulang-ulang keyword untuk mencapai persentase tertentu.
Daripada seperti itu, lebih baik manfaatkan keyword LSI untuk memberitahu mesin pencari bahwa artikel kita relevan dengan yang diinginkan user.
Hasilnya, peringkat anda akan jadi lebih baik.
Pembaca juga jadi tidak merasa aneh.
Teknik ini juga jadi lebih ampuh daripada SEO jadul (keyword density) karena kita tidak melakukan banyak pengulangan kata kunci yang sama.
Tidak hanya itu.
Anda juga akan mendapatkan rangking untuk berbagai variasi keyword LSI.
Mencari keyword LSI tidak sulit. Lakukan pencarian di Google dengan keyword utama anda.
Dalam contoh ini saya gunakan “belajar gitar”.
Scroll ke bagian bawah. anda akan menemukan ini:
Belajar gitar LSI
Inilah berbagai variasi yang bisa anda gunakan.
Yang perlu anda perhatikan sekarang adalah penggunaannya.
Anda bisa tulis kalimat-kalimat yang menggunakan kata yang dicetak tebal. Tapi ingat, kalimat-kalimat anda harus alami, menggunakan tata bahasa yang baik.
Ini contohnya:
Hari ini kita akan belajar cara bermain gitar untuk pemula.
10 tahun yang lalu saya pertama kali belajar bermain gitar secara otodidak menggunakan suatu teknik yang sangat efektif sehingga saya bisa jadi mahir dalam 6 bulan. Kali ini saya akan mengajarkan teknik yang sama agar anda juga bisa jadi mahir dengan cepat.
Silahkan persiapkan gitar akustik atau klasik. Pertama-tama, kita akan belajar bermain melodi dari beberapa lagu mudah.
Ingat, anda tidak perlu menggunakan semuanya.
Menggunakan sebagian saja sudah cukup, yang penting masuk akal.

7. Lakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan

Kedengarannya sangat sepele, tapi sebetulnya sangat penting…
…apalagi karena di Indonesia kita sangat jarang menggunakan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari.
Akibatnya, bahkan di situs-situs berita pun banyak terjadi kesalahan.
Sepele memang, tapi ketika terjadi kesalahan penulisan maka artikel anda langsung mendapatkan kesan tidak profesional. Ini berbahaya.
Bayangkan kalau anda mengunjungi sebuah website yang menjual produk seharga Rp 10juta, tapi ternyata di kontennya banyak terdapat kesalahan penulisan.
“Gimana mau dianggap serius, nulis aja nggak becus.”
Masalahnya lagi:
Untuk artikel berbahasa Indonesia kita belum punya software yang mampu memeriksa kesalahan tata bahasa (grammar). Hanya ejaan yang bisa kita periksa.
Jadi satu-satunya solusi yaitu memeriksa secara manual.
Lakukan tahapan seperti berikut:
  1. Tulis artikel anda sampai selesai tanpa melakukan pemeriksaan
  2. Baca artikel anda dengan suara (bukan dalam hati)
  3. Perbaiki setiap kalimat yang terdengar janggal ketika diucapkan
Poin terpenting di nomor 2.
Ada 2 alasannya…
Pertama, karena kalau anda membaca dalam hati maka kesalahan-kesalahan kecil akan terlewatkan.
Kedua, saya yakin ini pasti terjadi, di artikel anda akan muncul BANYAK kalimat-kalimat yang terdengar aneh ketika diucapkan. Keanehan ini baru akan muncul kalau artikelnya dibaca dengan suara.
Ketika membaca, bayangkan anda sedang presentasi di depan umum atau sedang bercerita dengan teman anda (tergantung jenis artikelnya).

8. Lakukan optimasi on-page SEO lainnya

Lho katanya lupakan SEO, kok bahas SEO lagi?
Saat menulis, lupakan SEO. Tapi optimasi on-page SEO ini kita lakukan SETELAH artikel selesai ditulis.
Lupakan SEO saat menulis, ingat SEO lagi saat selesai menulis.
Proses SEO ini tidak lama, paling-paling hanya memakan waktu 1 menit. Tapi banyak orang yang terlalu pusing dengan ini dan mengabaikan yang lebih penting di atas.
Maka dari itu, ini saya bahas di akhir.

Meta description

Meta description terkadang akan muncul di hasil pencarian sebagai ringkasan artikel anda. Ini bisa meningkatkan klik ke website anda apabila dimanfaatkan dengan tepat.
Hati-hati:
Kesalahan terbesar dalam penulisan meta description adalah menumpuk terlalu banyak keyword.
Sebetulnya tidak perlu menyertakan keyword….
…tapi kalau anda memang ingin menulis keyword, jangan lebih dari 1.
Yang terpenting adalah teknik penulisannya bagaimana anda bisa mengundang calon pembaca untuk mengunjungi website anda.

URL

Umumnya URL website akan muncul secara otomatis, dibuat sama dengan judul artikel anda. Tetapi beberapa orang (seperti saya) lebih suka menggunakan URL yang dimodifikasi.
Tips dalam penulisan URL:
  1. Mengandung keyword utama
  2. Tidak terlalu panjang
  3. Usahakan tidak mengandung preposisi

Gambar

Artikel tanpa gambar itu membosankan.
Jangan mentang-mentang karena menulis artikel, lantas anda merasa tidak perlu menyertakan gambar. Entah karena malas atau alasan lain.
Jangan pula sekedar untuk penghias.
Gambar dalam artikel untuk menerangkan konsep yang susah dijelaskan hanya dengan tulisan.
Melihat lebih jauh, ini manfaat gambar dalam artikel:
  1. Tingkat bacaan jadi lebih tinggi (artikel dibaca lebih jauh)
  2. Share ke FB dan Twitter meningkat 216% dan 110%
  3. Jumlah retweet meningkat 35%
  4. Jumlah share di Facebook meningkat 85%
Dalam HTML, gunakan atribut alt untuk gambar. Jika memang berhubungan dengan gambarnya, gunakan keyword LSI dalam alt.

Link ke halaman lain dan ke website lain

Apabila memungkinkan, sertakan internal link ke artikel lain yang berhubungan dengan topik artikel yang sedang anda tulis karena akan meningkatkan struktur website.
Selan internal link, link ke website lain juga sangat penting.
Lihat alasannya di penjelasan on-page SEO ini.

9. Sekarang saatnya mencari pembaca

Banyak penulis artikel website yang merasa setelah menekan tombol ‘publish’ maka tugasnya selesai.
Belum, tantangan sebetulnya baru akan dimulai.
Di hari yang sama ketika anda menerbitkan artikel, ada jutaan artikel lain yang juga diterbitkan.
Artikel anda tidak akan ditemukan kalau tidak dipromosikan.
Kalau tidak ada manusia yang membaca, maka Google tidak akan tahu kualitasnya sehingga artikel anda tidak akan mendapatkan peringkat tinggi.
Jadi jangan puas dulu setelah menerbitkan artikel.
Tidak cukup membuat konten yang berkualitas kemudian ditinggalkan begitu saja. Anda harus mendistribusikan artikel yang sudah anda tulis barusan.
Bahkan website yang sudah sukses pun secara konsisten mempromosikan kontennya.
Distribusi yang tepat akan meningkatkan jumlah pengunjung anda hingga berkali-kali lipat.
Hasil distribusi
Ada beberapa tips mendasar yang bisa anda lakukan untuk memasarkan konten:
  1. Beritahukan orang lain di jejaring sosial dan situs komunitas (forum). Jangan spam, lakukan hanya kalau ada yang membutuhkan info terkait
  2. Pasang tombol share di setiap artikel untuk mempermudah pembaca sharing artikel
  3. Beritahukan ke akun Twitter yang membahas topik serupa

Cara Menulis Artikel yang Baik, Bagus dan Berkualitas

cara menulis artikel
Kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara menulis artikel blog yang baik, bagus dan berkualitas.
Blogging, mau tidak mau, suka tidak suka, adalah kegiatan tulis-menulis. Melalui tulisan lah seorang blogger menyampaikan pendapat, ide, pemikiran dan pengalaman pribadi kepada orang lain bertujuan memberi manfaat bagi yang membacanya.
Karena itu sudah seharusnya seorang blogger menguasai bagaimana teknik menulis artikel yang baik. Karena, sebagus apa sebuah blog, hanya sebatas sebagus artikel di dalamnya. (Anda setuju?)
Sebagai blogger, tentunya kita berharap bisa menyajikan posting yang bagus, posting yang di-share secara sukarela oleh pembaca, posting yang memberi manfaat nyata bagi orang lain, bukan?
Tapi mengapa beberapa penulis sangat berhasil dengan artikel-artikel mereka? Sedangkan beberapa lainnya hanya mendapat ‘keringat’ dan tidak menghasilkan apa-apa?
Mari kita cari tahu mengapa bisa seperti itu. Dan pertanyaan pertamanya adalah:
Apakah artikel Anda bisa memberi jalan keluar dari satu masalah atau hanya sekedar ‘ditulis dengan baik’?
Mari kita lanjutkan pembahasan mengenai langkah dan cara membuat artikel yang bagus.

Artikel yang bagus itu seperti apa?

Menurut saya, sederhana saja: artikel yang bagus adalah artikel yang bermanfaat.
Pada awal-awal blogging, saya membaca banyak blog lain (sampai sekarang pun masih), saya juga membaca banyak buku. Saya ‘senang dan terhibur’ membacanya, tapi saya tidak mendapatkan sesuatu yang bisa saya terapkan secara nyata.
Lebih jauh, saya sering melihat (juga membaca) banyak penulis top yang menyajikan petunjuk dan arahan pemecahan masalah yang terlihat ‘hebat’. Arahan yang terdengar bagus, namun ketika diterapkan tidak malah menyelesaikan masalah, tapi justru memperburuk keadaan.
Dengan kata lain:

Artikel yang bagus adalah artikel yang bekerja baik, bukan saja untuk pembaca, tapi juga bagi penulisnya sendiri!

Artikel yang bagus, bukan sekedar tulisan yang ‘memesona’ pembacanya, tapi adalah artikel yang mampu memberi manfaat nyata. Artikel yang bermanfaat adalah artikel yang membantu Anda mencapai tujuan Anda!

Lalu, bagaimana cara membuat artikel yang bagus?

Beberapa hal ini perlu mendapat perhatian:

1. Panjang tulisan

Tulislah sepanjang Anda memerlukannya. Tulislah sepanjang bisa mengurai semua apa yang ingin Anda sampaikan. Tidak kurang, tidak lebih!
Seringkali Anda bisa memangkas kalimat dan kata-kata yang tidak perlu, buang saja. Buat tulisan tetap simpel, namun bisa menyampaikan isi dengan baik. Menurut saya, tidak ada patokan berapa jumlah kata minimal untuk sebuah tulisan yang bagus. Beberapa orang mengatakan minimal 300, 500 atau 700 kata. Menurut saya tidak.
Tulislah sepanjang apapun, atau sependek apapun, jika mampu memberi solusi nyata dengan tuntas, itu adalah artikel yang bagus. Penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu, justru tidak membuat artikel itu menjadi lebih bagus.

2. Tata bahasa dan ejaan

Belajarlah menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baik (saya sendiri masih belajar). Menulis ejaan yang tidak standar, tidak akan banyak membantu, kecuali jika audiens Anda sangat spesifik (komunitas gaul muda-mudi misalnya).
Kecuali Anda sedang menulis jurnal ilmiah, menggunakan tata bahasa dan ejaan yang luwes (namun tetap memperhatikan kaidah bahasa) adalah salah satu faktor yang membuat sebuah tulisan ‘enak’ untuk dinikmati.
Namun, hal ini tidak juga berarti Anda harus secara ketat menggunakan tata bahasa dan ejaan yang sangat baku. Menulis dengan terlalu berpatokan dengan tata bahasa dan ejaan yang baku secara ketat, juga bisa membuat tulisan menjadi sangat ‘kaku’ dan monoton.
Tanda baca juga tidak boleh dilupakan. Saya sendiri setiap kali selesai menulis selalu menyempatkan untuk membaca sekali lagi dari awal sampai akhir untuk mengecek masalah tata bahasa dan ejaan ini.

3. Ringan dibaca

Penggunaan tata bahasa, ungkapan, istilah, perumpamaan, atau ejaan yang tidak tepat dan berlebihan akan cepat membuat pengunjung blog berhenti membaca seketika. Menjaga tulisan agar tetap ringan dan mudah dicerna menjadi sesuatu yang sangat sangat penting.
Jika orang tidak mampu mencerna, mengartikan dan menerapkan solusi atau instruksi dalam tulisan Anda, maka Anda telah gagal menghadirkan artikel yang bagus.
Bagilah artikel yang cukup panjang menjadi beberapa sub-judul. Gunakan ilustrasi, gambar dan format teks (huruf tebal, miring, garis bawah dan lain-lain) untuk memperjelas isi. Gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang. Dan terakhir, sebagai pengujian, baca keras-keras tulisan Anda seperti Anda berbicara: nyamankah didengarkan?

4. Topik

Tentu saja, topik adalah sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan. Tulislah tentang apa yang Anda sukai, tentang apa yang Anda merasa nyaman dengan topik tersebut.

5. Gaya bahasa

Menulis dengan cara dan gaya penulisan yang dimengerti dengan baik oleh audiens Anda adalah hal yang penting lainnya. Pemahaman orang berbeda-beda dalam mencerna sebuah tulisan, di situ lah perlunya Anda menyesuaikan tulisan dengan audiens Anda. Mungkin Anda butuh beberapa waktu untuk penyesuaian dan mencari gaya bahasa yang tepat.

6. Intonasi

Seperti halnya bahasa verbal, bahasa tulisan pun memiliki intonasi, tergantung tujuan penulisnya. Ada nada positif, ada nada memerintah. Ada intonasi yang menyindir, ada yang damai, ada yang bersahabat, ada yang konfrontatif, berseberangan, vulgar, terkesan ditutupi dan lain sebagainya.
Sesuaikan intonasi dengan tujuan penulisan. Berlatih terus sampai Anda menemukan yang sesuai dengan karakter Anda sendiri. Saya sendiri lebih menyukai intonasi positif, dan selalu mengajak orang untuk berpikir positif (atau Anda menemukan intonasi lain dalam tulisan-tulisan saya?)

7. Kutipan

Pernahkah Anda merasa telah menemukan sebuah topik tapi tidak juga mulai menulis, hanya karena Anda tidak menemukan rujukan yang bisa dikutip? Saya sering.
Tapi sekarang saya sadar itu adalah sebuah kesalahan. Mengutip pendapat orang lain (apalagi seorang  yang ahli) adalah hal bagus, namun juga jangan sampai membuat kita menunda membuat postingan hanya karena belum menemukan tulisan orang lain untuk dikutip.
Blog kita bukan lah sebuah ensiklopedia yang hampir selalu memerlukan rujukan. Tulislah semampu, setahu, dan sepengalaman Anda sendiri tentang sesuatu. Jika Anda menemukan hal baru lainnya, Anda tinggal memperbaruinya. Itu jauh lebih baik dibanding Anda menunda untuk menulis sampai Anda menemukan sebuah rujukan.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat dan menulis sebuah artikel. Namun dari semuanya itu, ada satu hal yang menurut saya adalah yang paling penting, yaitu:

“Anda memiliki sesuatu untuk disampaikan”

Hemmm… Ya, Anda harus memiliki sesuatu untuk disampaikan. Saya banyak melihat orang membuat artikel di blog mereka, menulis sesuatu di media sosial sepanjang waktu: ketika mereka tidak memiliki sesuatu yang berarti dan bernilai untuk dibagikan. Pasti Anda pun melihatnya.
Kemungkinan karena mereka harus memenuhi jadwal ‘update wajib’, atau mereka ingin tetap ‘dianggap eksis’, hasilnya akan sama: jika tidak ada sesuatu yang bermanfaat untuk dibagikan, itu hanya akan memperburuk reputasi sendiri.
Sebagus apa blog Anda? Sebagus artikel terakhir yang Anda buat!
Apakah Anda ingin dikenal sebagai orang ‘bermulut besar’, yang rajin update setiap hari, tanpa memberi kontribusi nyata kepada pembaca?
Atau Anda ingin dikenal sebagai orang yang secara konsisten menyajikan artikel yang bernilai dan bermanfaat untuk pembaca?
“Go out! cari sesuatu yang baru, bertemu dengan orang, ajukan pertanyaan, gabungkan dan masak ide-ide, lakukan eksperimen, dan bagikan kepada orang lain”
Dari situlah artikel yang bagus berawal!

Jangan menunggu saat yang sempurna!

Kebuntuan dalam menganalisa masalah adalah salah satunya. Hilang semangat dan percaya diri untuk menulis adalah hal lainnya. Tidak punya waktu, hmmm… penyebab lainnya lagi. Sehingga membuat saya menunda dan terus menunda untuk menulis. Saya terus menunggu saat yang tepat dan sempurna untuk mulai menulis.

Saat yang sempurna tidak akan pernah ada!

Saya merasa telah memiliki sesuatu yang bagus untuk ditulis. Saya melihat sesuatu tengah terjadi dan menjadi trend dan saya memiliki pendapat sendiri tentang itu.
Tapi…… Saya terus menunggu, menunggu sampai saya menemukan saat yang ‘tepat’, saat yang penuh energi, saat yang penuh semangat (dan ilham?), untuk ikut memberikan kontribusi dan menuliskannya.
Tapi sayang, saya menemukan bahwa saat yang ‘tepat’ itu tidak pernah kunjung tiba. Dan saya sadar, itu adalah salah!
Jangan menunda, tulislah apa yang ada dalam pikiran Anda saat ini, saat Anda telah memiliki sesuatu yang bermanfaat dan bernilai untuk dibagikan.
Satu pertanyaan: apakah Anda hanya “memuntahkan” sesuatu kepada pengunjung blog Anda?
Ataukah Anda memberikan pengalaman nyata Anda sendiri, melalui tulisan-tulisan Anda?
Alih-alih memikirkan nilai lebih kepada pembaca, banyak orang hanya ‘memuntahkan’ kembali apa yang telah ada di benak banyak orang.
Alih-alih, melakukan eksperimen bermanfaat kemudian menceritakan hasilnya, banyak orang hanya ‘memantulkan’ kembali, mendaur ulang, bahkan begitu saja ‘memuntahkan’ cerita yang sama, berita yang sama, topik yang sama, sudut pandang yang sama, persis seperti yang telah ditulis oleh semua orang.
Jika ingin membuat artikel yang bagus, Anda tidak bisa hanya dengan cara membaca dan mendengar sesuatu, kemudian ‘melemparkannya’ begitu saja kepada pembaca.
Anda tidak bisa, begitu selesai membaca sebuah ebook, kemudian segera ‘memuntahkannya’ di blog Anda.
“Jika Anda telah melakukan sesuatu yang bernilai, maka berarti Anda telah memiliki sesuatu yang bernilai pula untuk dibagikan.”
Pelajari segala sesuatunya dari mana saja. Kemudian cerna, analisa, dan terapkan. Apakah itu bekerja dengan baik dan berguna untuk Anda sendiri? Jika ya, maka Anda kemudian bisa membagikannya kepada orang lain, berdasarkan pengalaman itu.
Jangan pernah menulis tentang ‘mendapatkan uang dari blog’, sampai Anda benar-benar telah mendapatkan uang dari blog Anda. Jangan mengajari orang tentang Adsense, jika Anda sendiri belum pernah mencoba menjalankan Adsense.
Intinya adalah: tulislah sesuatu tentang apa yang sedang Anda pelajari. Jujur terhadap pengalaman Anda sendiri.
“Tulislah apa yang sudah Anda coba dan terapkan, bukan sekadar apa yang Anda dengar dan Anda baca”

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk bisa menulis artikel yang baik?

Pelajari sesuatu yang baru, terapkan dan lakukan uji coba, meski itu berarti harus berhadapan dengan kegagalan. Baca. Dengar. Diskusikan. Bertanya.
Pastikan Anda tidak hanya ‘melahap’ tapi juga mencerna, menerapkan dan mengujinya. Tidak ada cara membuat artikel yang lebih bagus dari itu.
Kesimpulannya adalah:
Jangan bagikan apa yang orang lain ceritakan. Tapi bagikan apa yang telah kita lakukan dan kita terapkan. Sesuatu yang bernilai: untuk dibaca, untuk dibagikan, untuk ditautkan dan sebagai sumber pembelajaran, dan Anda tidak perlu menunggu sampai tiba saat yang sempurna!
Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda memiliki definisi lain tentang artikel yang bagus? Atau Anda memiliki tips tersendiri cara membuat artikel yang bagus? Kiranya berkenan untuk berbagi melalui komentar. Semoga bermanfaat.
Salam.

Inspirasi Menulis Dari Penulis Best Seller Joe Vitale


Joe Vitale, seorang penulis best seller asal amrik, adalah penulis kesukaan saya. Membaca karyanya membuat inspirasi menulis saya mengalir deras. Beliau telah menulis buku yang banyak. Diantaranya: Meet and Grow Rich, Pemasaran Inspiratif, Zero Limit, Hypnotic Writing, Atractor Factor, dan banyak lagi. Sangat perlu dikoleksi bagi siapa saja yang ingin sukses dalam hidup dan keuangan.
Yang saya suka dari joe adalah, dia sangat “Gila Buku”, tentu buku yang sesuai dengan kesukaannya. Nah dari sana saya belajar untuk menjadi semakin gila buku seperti Joe.

Buat saya, Hypnotic Writing dan Rahasia Sukses Bisnis Internet serta pemasaran inspiratif, Zero Limit, Panduan Hidup Sukses Dan Bahagia adalah urutan buku Joe yang terbaik.
Bagaimana Joe menjadi begitu produktif, menulis banyak sekali buku yang hampir kesemuanya sangat luar biasa bagusnya?
Disini jelas, semakin lama ia menekuni bacaan dan menulisnya maka semakin tajam serta inspiratif tulisannya. Ia menjadi semakin produktif dan semakin bagus menulis. Seperti pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa.”
Yah betapa benarnya. Saya menemukan banyak sekali permata yang tak ternilai harganya dari banyak buku bagus yang saya beli dan baca. Bahkan saya mengulang-ngulang membacanya dan menjadikan buku itu inspirasi menulis saya.
Sungguh, saya sangat berhutang dengan banyak buku, termasuk buku Joe.
Mantap!
Bagaimana dengan Anda? Apakah anda tertarik mengikuti jejak Joe Vitale? Apakah anda siap membaca dan menulis yang banyak untuk dapat menulis buku dengan baik dan benar?

Cara Cepat Mengalirkan Ide Menulis


Salah satu cara mengalirkan ide menulis adalah dengan membaca buku best seller ini: La Tahzan. Silakan download disini. Atau bila ingin mengetahui kesalahan fatal penulis pemula dan cara mendobraknya silakan download ebooknya disini.
Tips Lain Agar Ide menulis mengalir lancar adalah:
1. Membaca yang banyak
Membaca yang banyak dapat mengalirkan ide menulis. Saya telah merasakan manfaatnya dalam banyak waktu dengan efek yang dahsyat. Sehari saja tidak membaca maka kegiatan menulis menjadi fakum. Namun beda halnya dengan banyak membaca atau paling tidak membaca selembar dua lembar buku atau sekedar membaca blog tetangga, maka ide menulis mengalir dengan deras.
Ya, kawan. Membaca adalalah senjata menulis yang dahsyat. Ia mampu menunjuki kita cara dan teknik, menunjuki kita jalan, menunjuki kita ide,  yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ia dapat membantu kita menjangkau ide-ide yang sebelumnya tidak kita pikirkan. Ia mampu melahirkan kreatifitas menulis.

Bila kita serius menukuni dunia penulisan ini maka banyak-banyaklah membaca. Dan dua aktifitas membaca berikut ini juga termasuk cara ampuh mengalirkan ide menulis.
2. “Membaca” pengalaman menarik orang Lain
Maksud saya memberikan tanda kutip (” “) pada kata “membaca” di atas agar kata membaca dapat diartikan secara luas dan aktifitas mendengar juga termasuk salah satu dari maksud “membaca” itu.
Nah, agar ide menulis kita datang mengalir, ada baiknya kita banyak mendengarkan pengalaman menarik orang lain dan bahkan kita bisa menjadikannya bahan tulisan. Kita bisa membuat puisi, cerpen atau bahkan novel dari cerita tersebut, khususnya pengalaman yang kita dengarkan sendiri dari pelakunya.
3. “Membaca” Teman dan Guru
Di posting sebelumnya, saya sudah membahas poin ini. “Membaca” teman dan guru dalam menulis maksudnya adalah memiliki teman dan guru. Hal ini merupakan bagian dari kegiatan positif untuk menumbuhkembangkan minat menulis kita. Dengan memiliki teman dan guru kita jadi semangat terus menulis. Teman dan guru itu ibarat penunjuk jalan. Ketika kita sedang lemah semangat, merekalah yang memotivasi dan membimbing. Bila kita sedang bersemangat, mereka juga yang terus memberikan support.
Teman dan guru mengukuhkan kita, tanpanya  semangat jadi loyo. Seperti batu es, yang bila diletakkan didalam kulkas ia akan tetap kukuh. Namun bila dikeluarkan dari kulkas ia akan meleleh perlahan namun pasti. Bahkan bekasnya sampai tak tersisa karena menguap dan melebur dengan udara.  Dan ia tak dapat disebut apa-apa lagi kecuali hampa. (cie ilah… nyastra banget coy)
Ya, bila kita ingin sukses dalam dunia penulisan ini kita harus mencari guru dan teman yang tepat.
Semoga download ebook gratisnya dapat berjalan lancar – cepat. Dan juga tips yang saya tulis dapat diserap dengan baik. Dan bila anda ingin mempelajari bagaimana cara belajar menulis buku yang baik dan benar silakan baca postingan ini: Kursus Menulis Buku
Salam sukses!

Teori Menulis Apa Yang Tepat Untuk Pemula?


Salah satu jawaban pamungkas yang saya berikan untuk penulis pemula ketika mereka menanyakan tentang teori menulis adalah: Jangan pikirkan teori dulu.
Lho, kok begitu?
Ya, seperti itulah! Menulis itu sama dengan berenang, yang penting nyebur dulu ke kolam. Masalah teori, itu belakangan. Intinya, kita harus praktek yang banyak dan sering dulu. Bila sudah praktek dan ternyata gagal, baru tanya teorinya.
Bila  sebelum menulis anda pernah mendengar atau membaca teori menulis, janganlah merasa terkungkung atau terkurung dengan teori yang pernah anda dengar dan baca itu. Kesampingkan teori itu, langsung praktek nulis.
Bila anda mengingat terus teori itu, anda akan merasa terpenjara dan tidak bebas untuk menulis, akhirnya tidak jadi nulis, deh. Anda perlu ingat, untuk menulis kita harus lepas dari kungkungan. Tuangkan dulu isi benak anda ke dalam banyak halaman, bila mentok, barulah anda tanyakan atau baca teorinya.

Teori menulis yang banyak dituliskan di banyak buku, atau yang dianjurkan dalam setiap pelatihan dan seminar menulis, baru akan anda rasakan manfaatnya hanya jika:
  • Anda sudah mulai menulis sepuluh, dua puluh lembar halaman.
  • Anda sudah mulai menulis lima puluh sampai ratusan halaman.
  • Anda sudah pernah menulis sebuah buku. Ingat: menuliskan sebuah buku, bukan menerbitkan sebuah buku.
Ketika anda sudah menulis yang banyak, maka anda akan menemukan banyak teori yang ajib bin ajaib nan mendetail dalam menulis. Namun bila anda tidak pernah menulis apapun, maka teori-teori itu tidak akan pernah berarti sedikitpun. Bila anda tidak pernah belajar menulis buku atau menulis artikel dengan rutin, maka teori menulis itu hanya akan menjadi sampah yang menumpuk di otak anda dan hanya akan mengotori bukannya mencerdaskan anda.
Intinya adalah menulis yang banyak dulu, baru lihat teori. Berlatih dulu yang banyak, baru baca teori. Dan perbaiki tulisan anda dengan teori itu. Lakukanlah dengan konsisten dan keyakinan bahwa anda bisa menjadi mahir menulis ketika anda rajin dan konsisten. Ini adalah pesan yang bagus untuk penulis pemula.
Setelah anda melakukan hal itu, setelah anda menemukan kelincahan dalam menulis. Setelah merasakan hambatan menulis semakin berkurang, maka anda akan menjumpai tulisan anda yang tidak pernah kunjung diterbitkan itu akhirnya terbit juga.
Untuk sampai kesana, anda harus menulis yang banyak dulu. Tulislah yang banyak tentang apa saja. Tidak harus sekaligus banyak. Nyicil saja. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Itu adalah pepatah kuno yang cocok untuk zaman apapun.
Bila itu sudah anda lakukan, barulah anda mulai merasakan perkembangan otot-otot jari tangan anda. Otot mata, urat saraf di kepala anda akan mulai merasakan kebiasaan baru ini.
Bila anda melakukan kebiasaan baru itu dalam waktu lama, maka anda akan merasakan manfaat yang besar dari menulis. Dan untuk sampai kepada tingkat yang lebih mahir lagi dalam menulis. Anda harus berusaha lebih banyak lagi dan untuk itu anda harus bersabar mempraktekkannnya.

5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku


Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Apakah menulis buku itu susah?”. Saya katakan, menulis buku itu bisa susah, bisa mudah.
“Maksudnya seperti apa, bu Mita?”
Begini, menulis buku itu susah bila anda belum mengikuti proses belajar menulisnya. Dan mudah bila anda sudah menempuh proses belajarnya.
“Bagaimana maksud anda bu Mita, apa bisa dijelaskan lagi?”
Oke baiklah, saya akan menjelaskannya. Di bawah ini adalah 5 tahapan untuk menulis buku yang harus anda lewati. Dan saya menyebutnya Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku. Silakan lahap sampai habis bila anda ingin tahu jawabannya.
1. Knowledge Is Power (Pengetahuan Adalah Kekuatan)
Knowledge is power. Dalam menulis buku, Anda butuh pengetahuan. Bila Anda tahu cara menulis buku yang baik dan benar, Anda akan sangat beruntung karena akan ada banyak buku yang akan Anda terbitkan.
Memiliki pengetahuan yang tepat sama dengan memiliki kekuatan yang besar. Coba bayangkan, bila Anda tahu sebuah tambang emas. Juga Anda tahu cara mengeksplorasinya, maka Anda akan sangat bahagia. Bahkan Anda adalah orang yang paling bahagia di dunia ini karena Anda memiliki power yang luar biasa, pengetahuan.
Untuk mendapatkan pengetahuan, kuncinya hanya satu: Belajar.
Bila suka belajar, Anda akan tahu. Namun sebaliknya, cobalah tidak belajar, dunia Anda akan gelap. Anda tidak akan bahagia karena Anda tidak tahu tambang emas Anda.

Begitu pula, untuk mendapatkan pengetahuan menulis buku, kuncinya hanya satu: Belajar.
Bila Anda mau dan suka belajar, Anda akan tahu. Namun bila Anda menganggap belajar itu mahal, maka cobalah ketidaktahuan. Ketidaktahuan jauh lebih mahal harganya. Bila Anda tidak tahu bagaimana cara RAHASIA menulis buku yang baik dan benar, maka menulis buku akan menjadi masalah besar bagi Anda. Seperti lumrah orang berkata, apa saja yang tidak Anda ketahui, tidak dapat menolong Anda.
2. Work is a pleasure (Bekerja Itu Menyenangkan)
Work is a pleasure. Bila Anda tahu tambang emas, serta hal yang berkaitan dengannya, dan Anda bekerja dengan senang hati, maka Anda telah berada di jalur yang benar. Anda sedang meniti jalan menuju sukses.
Untuk menciptakan satu buku, Anda harus menulis dengan senang dan bergembira. Anda harus seperti sedang menangguk emas. Anda harus menulis dengan ringan dan mengalir, tidak ada beban, tidak ada tekanan.
Namun bila menulis masih terasa berat bagi Anda, berarti Anda belum menganggap menulis buku sebagai sesuatu yang berharga seperti emas.
Bila demikian, Anda harus tetap menulis, jangan berhenti. Tenang saja karena merasa berat dalam memulai segala hal adalah biasa. Coba ingat-ingat lagi saat Anda pindah atau bergaul dengan lingkungan dan orang baru, Anda merasa berat dan kaku, kan?
Begitu juga dalam memulai menulis, apalagi sudah mulai menulis buku, Anda akan merasa berat menjalankannya. Akan ada banyak halangan dan rintangan yang akan merayu Anda untuk tidak menyelesaikan tulisan atau buku Anda.
Tips untuk keluar dari situasi ini adalah dengan menyadari dan percaya bahwa, keadaan seperti ini adalah biasa dalam memulai sesuatu. Untuk menggapai tujuan, orang harus berusaha dan berjuang terlebih dahulu, no pain, no gain…
3. No Pain No Gain (Bila Tidak Ada Kesakitan, Maka Tidak Ada Hasil)
Akan ada banyak pain (kesakitan), akan ada banyak masalah sepanjang jalan menuju tambang emas Anda (Gain). Memang demikianlah aturan mainnya. Dan untuk itu, Anda harus bekerja keras untuk mengusahakan sesuatu yang sangat Anda inginkan.
Jika semua lancar lancar saja, jika semuanya mudah mudah saja seperti semudah membalikkan telapak tangan, maka impian Anda mungkin terlalu kecil, atau sesuatu itu tidak layak diimpikan. Impian yang besar, biasanya, kesakitan atau tantangannya juga besar!
Apakah Anda pernah atau bahkan sering mendengar pernyataan di atas?
Ya, satu sikap wajib yang harus diambil seorang penulis yang bijak ketika halangan dan rintangan itu terus menghadang adalah: Terus berjuang dan  Never Give Up, jangan menyerah….
Oke terima kasih telah membaca sampai disini…. Sebelum lanjut, saya mau kasih HADIAH untuk Anda: Ebook 12 Kesalahan FATAL Penulis Pemula. Ebook dahsyat ini telah menginspirasi banyak orang menjadi penulis hebat… silakan klik untuk download.
4. Never Give up (Jangan Menyerah)
Bila sudah mempunyai knowledge,
Anda sudah menulis dengan senang hati,
Anda telah menghadapi banyak masalah dan ia sangat suka menghadang Anda,
maka…
Lakukan terus, never give up, jangan menyerah.
Bila Anda give up maka Anda tidak akan sampai sukses mendulang banyak emas. Anda tidak akan sampai menerbitkan buku.
Jangan mudah menyerah. Sebenarnya, dengan melakukan tiga hal di atas: Mau belajar, bekerja dengan senang hati, bekerja keras, Anda sudah dekat dengan puncak kesuksesan. Anda sudah berada di track yang benar. Pensil, pena, keyboard komputer Anda adalah saksinya. Kursi, meja, lantai dan dinding kamar Anda telah melihat usaha Anda. Keluarga, teman, tetangga Anda juga tahu bahwa Anda telah melakukan hal yang benar.
Anda hanya butuh selangkah lagi untuk sukses. Anda hanya butuh keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil dalam hidup ini bila Anda telah berada di track yang benar.
5. Nothing is impossible (Tidak Ada yang Mustahil)
Percayalah bahwa segalanya adalah mungkin bagi orang yang sungguh-sungguh. Segalanya akan terjadi bila Anda telah menulis dengan segenap jiwa, dengan seluruh raga, dengan semua doa.
Apalagi sudah banyak orang yang sukses dalam menulis buku. Anda harus lebih yakin lagi bahwa Anda pun bisa seperti mereka. Bila sudah ada satu, dua, tiga orang telah berhasil menangguk emas, maka hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil bagi orang keempat, kelima, keenam untuk melakukan hal yang sama.
Apakah Anda sepakat dengan pernyataan ini?
Langkah-langkah menulis buku itu sudah jelas. Contoh suksesnya berseliweran. Tips-tipsnya sudah banyak bertebaran di buku, di internet dan di pelatihan menulis. Anda tinggal contek dan ikuti semangat dan kiat-kiat keberhasilan mereka.
Anda harus yakin dan percaya bahwa Anda bisa menangguk emas, menerbitkan buku kesayangan Anda, seperti orang lain yang telah sukses melakukannya. Bila Anda yakin, Anda pasti bisa menerbitkan buku Anda. Bila Anda yakin, jangankan satu buku, seratus buku pun bisa Anda tulis dan terbitkan.
Semangat!
Demikian 5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku ini saya tulis. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Cara Menciptakan Tulisan Yang Kreatif?


Bagaimanakah bahasa penulisan Anda? Apakah kreatif atau tidak kreatif?
Banyak orang mengagumi gaya bahasa Andrea Hirata karena penulisannya yang kreatif. Andrea bisa begitu karena memang didalam dirinya telah mengalir energi seni, yakni kepiawaian merangkai kata yang dapat menimbulkan rasa senang dan rasa nikmat pada diri pembacanya.
Kepiawaiannya merangkai kata seperti seorang pelukis profesional yang mampu menggambarkan keindahan ciptaan dengan tangannya yang lentur mengayun-ayunkan kuas di atas kanfas. Itulah daya tarik Andrea, ia mampu menghipnotis pembaca dengan bahasa kreatif sehingga banyak bukunya laris manis di pasaran.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memiliki kemampuan menulis bahasa yang elok-kreatif?
Walaupun Anda belum memiliki kemampuan membuat gaya bahasa yang kreatif, itu bukan masalah jika Anda mau-bersedia berlatih. Intinya ada pada mengalami yang ujungnya nanti disebut peng-alam-an. Bila Anda rajin berlatih maka secara alam-i Anda akan menguasai dan melahirkan bahasa yang lebih baik dan lebih kreatif.

Baik, sekarang saya kasih contoh perbedaan penulisan tidak kreatif dan penulisan kreatif dibawah ini:
–> Penulisan tidak kreatif: Bulan nampak putih bulat dilangit. Disekitarnya ada awan tipis tampak mengitarinya.
–> Penulisan kreatif: Sinar rembulan menguak dari balik awan tipis. Cahayanya perlahan menembus dedaunan pohon cemara dimana aku dan kekasih hati duduk bercengkrama. Tetes embun malam mulai melangkah turun perlahan jatuh membelai rambut dan kulit wajah dan tanganku.
Hmmmm…… apakah penulisannya terlihat berbedaaa….? Mana yang kreatif dan mana yang tidak kreatif?
Sebenarnya contoh penulisan kreatif diatas adalah untuk tulisan fiksi, namun sebenarnya juga bisa digunakan untuk penulisan lainnya kecuali penulisan ilmiah.
Beberapa tips agar penulisan Anda menjadi kreatif adalah sebagai berikut:
  • Milikilah daya imajinasi yang kreatif. Sambil menulis, cobalah membayangkan kata yang cocok untuk suatu benda, kejadian, atau fenomena. Misalnya: Bulan -> rembulan,    merah + merekah,      luar biasa + dahsyat,  … dll.
  • Kuasailah bahasa yang kreatif. Bahasa yang kreatif juga sangat perlu anda kuasai. Penulisan kreatif memerlukan penguasaan bahasa yang baik kerana ia akan membantu anda menghasilkan karya yang baik. Cara terbaik untuk menguasai bahasa kreatif adalah dengan banyak mengamati padanan kata atau sinonim dalam kamus bahasa.
  • Hanya saja tulisan tidak boleh dipoles terlalu belebihan alias lebay namun kreasikanlah ia dengan secukupnya saja.
Ingat!!! Penilaian sebuah tulisan bukan saja terletak pada cerita, plot, tema (kalo dalam fiksi), isi, sumber rujukan, dan sebagainya tetapi penguasaan bahasa juga penting. Bila penulisannya kreatif, maka akan dapat menimbulkan minat baca yang lebih tinggi ketimbang penulisan yang tidak kreatif.
Penulisan yang kreatif membuat orang senang dan bahagia membacanya sedangkan penulisan yang tidak kreatif menimbulkan kebosanan dan kejauhan pembaca. Teknik penulisan kreatif dan yang tidak kreatif mempunyai perbedaan yang dapat dirasakan efeknya.
Penulis kreatif bukan bermaksud merusak bahasa dengan meliak-liukkan kata tetapi bahasa akan menjadi lebih indah kerana kreatifitas seorang penulis untuk menggambar sesuatu yang berbeda dengan penulis yang tidak kreatif berbahasa.

Cara Menulis Opini dan Menembus Koran


Banyak penulis ingin melihat tulisan opini mereka terbit di media masa tertentu. Hanya saja tidak semua opini yang mereka kirimkan diterima. Saking seringnya ditolak, banyak penulis (penulis pemula khususnya) putus asa lalu memutuskan untuk tidak mengirimkan tulisan mereka lagi. Lalu muncullah anggapan bahwa menulis opini itu susah. Benarkan demikian? Lalu bagaimana cara menulis opini dengan baik sehingga bisa menembus koran?
Beropini Itu Mudah
Sebenarnya menulis opini itu tidak susah. Anda bisa menyelesaikannya dengan mudah dan sangat cepat. Tidak percaya! Teruslah membaca.
Kita yang bernama manusia adalah makhluk pembicara. Kita sangat suka bicara dan tentu juga sudah sangat sering beropini, bahkan hampir tiap hari. Coba perhatikan kebiasaan kita sehari-hari. Ketika nonton berita, kita sering berkomentar terhadap perilaku orang yang ada di dalam berita itu. Misalnya kita sering geram dengan ulah pemimpin yang tidak adil, kita spontan mengkritiknya, “Gimana sih si (pejabat) ini, marah-marah melulu. Padahal banyak cara yang bisa diselesaikan dengan tidak marah-marah.”

Kita juga biasa sebel dengan siaran televisi kita yang banyak menayangkan program tak bermutu, lalu kita mengkritisinya, “Siaran nggak mutu, dangdutan, cinta-cintaan, ngakak-ngakak,  bikin rusak generasi.”
Atau kita juga sering kesal sama teman kita yang curang dalam bisnis, lalu kita tulis isi hati kita di Facebook , “Teman jangan makan teman, yang dimakan itu nasi biar perut kenyang.”
Baca Juga: Cara Baru Menulis Apapun Karya Dengan Cepat
Kita sering sekali memberi reaksi atau kritisi atau sikap diri terhadap setiap apa yang kita lihat, dengar dan rasa. Sebab kita manusia memang begitu, senang sekali mengritik. Nah, sebenarnya “hobi” mengritik kita itu adalah modal awal untuk menulis opini. Tinggal ditindak lebih serius dalam bentuk tulisan.
Saatnya Mulai Menulis Opini

Daripada kritikan hanya kita teriakkan di dalam hati saja atau untuk sekedar melampiaskan emosi atau kita obrolkan untuk teman dekat saja, itu kurang dahysat dampaknya. Agar kita bisa berbagi lebih banyak manfaat kepada banyak orang, tulis dan kirimkan ke koran.
Ketika tulisan kita akan kita jadikan konsumsi umum, maka kita harus menyiapkannya dengan baik. Dan ada tiga point penting dalam menulis opini, dengan memahaminya dengan baik  kita bisa menulis opini dengan mudah.
1. Sudut Pandang. Sudut pandang dalam opini biasanya bicara tentang nilai-nilai yang kita jadikan pegangan untuk membahas sesuatu dan atau pisau bedah yang kita pakai untuk menganalisa sesuatu.
Lain orang lain pula sudut pandangnya. Kita memiliki sudut pandang yang berbeda-beda tergantung posisi dan kondisi kita; keyakinan dan ilmu kita; pengalaman dan pergaulan kita. Perhatikan gambar rombongan pengendara onta di bawah ini, dilihat dari depan gagah sekali, tapi bila dilihat dari belakang-bawah, (maaf) menjijikkan. Itulah sudut pandang, lain sudut pandang lain pula penilaian.
unta3Orang yang pro Obama akan menganggap obama sebagai pahlawan karena telah memerangi teroris. Tapi sebaliknya orang yang benci sama Obama akan menganggap Obamalah teroris dan penjahat perang karena telah banyak nyawa yang melayang karena invasinya di banyak negara.
obamaOrang yang anti kenaikan BBM akan menuduh penguasa yang zalim karena dengan kenaikan BBM semua harga naik dan mereka semakin tercekik. Tapi bagi mereka yang pro kenaikan BBM akan membuat seribu bujukan untuk membela keputusan  yang mereka anggap sebagai keputusan yang logis di tengah melemahnya keuangan negara.
Tiap kita punya sudut pandang yang unik, dan itu adalah alat kita membangun sebuah opini. Gunakan keunikan kita agar opini kita juga unik, khas.
Lalu bagaimana cara kita menggunakan sudut pandang kita dalam menulis opini? Jawabnya: gunakan kemampuan (ilmu, pengalaman, keyakinan) yang anda miliki.
Misalnya anda adalah anak SMA (yang ilmunya masih belum setinggi bintang di langit). Dan anda ingin protes tentang kenaikan BBM. Maka, sebelum menulis opini, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah mendudukkan diri anda semestinya, secara wajar: seorang pelajar (bukan sebagai seorang ahli).
Sebagai seorang pelajar, cukup ambil sudut pandang diri dan lingkungan anda sendiri, jadilah diri anda sendiri: sebagai siswa yang kena dampak negatif kenaikan BBM, misalnya. Setelah mendudukkan sudut pandang anda, tahap berikutnya adalah menentukan ruang lingkup pembahasan.
2. Ruang Lingkup yang Sempit. Opini adalah tulisan pendek siap saji, ia seperti cerpen, pembaca sangat suka membacanya karena mereka bisa melumatnya sekali duduk. Jadi buatlah skup yang sempit dan jelas agar pembaca bisa mengambil benang merahnya.  Bahkan kita bisa membahasnya berdasarkan pengalaman yang kita rasakan sendiri.
Bila anda adalah anak SMA tadi, maka anda bisa membahas opini anda dalam lingkup yang anda kuasai, misalnya anda batasi bahasan anda hanya pada lingkup sekolah anda saja. Ya, semakin sempit linkupnya semakin baik. Kemudian kemukakan argumen anda dan dukung ia dengan fakta.
3. Argumen yang Kokoh. Untuk mendukung argumen kita, ada baiknya kita gunakan data dan fakta yang memadai. Argumen yang kuat harus mengakar pada sumber yang kuat. Sumber argumen itu bisa berasal dari fakta atau dari teori atau hukum.
Masih permisalan anda sebagai anak SMA di atas, ketika hendak memperkuat argumen “kenaikan BBM menyengsarakan rakyat”,  anda bisa mengangkat (sedikit) fakta berupa perbandingan kondisi uang jajan teman sekolah anda ketika sebelum kenaikan BBM dan setelah kenaikan BBM.
Atau misalnya anda bisa angkat bukti kondisi jumlah transaksi di kantin sekolah anda sebelum dan setelah kenaikan BBM, misalnya. Mungkin ada di antar pemilik kantin itu yang gulung tikar. Anda angkat itu sebagai pendukung argumen anda untuk menolak kenaikan harga BBM.
Ya, ini adalah opini yang unik!
Dalam menembus opini koran, terkadang pihak koran tidak hanya menuntut kekuatan argumen tapi juga keunikan bahasan. Pembahasan seperti di atas tentu menarik. Sebab anak SMA jarang berani mengirimkan opininya ke koran, dan anda juga membahasnya dengan unik, tentang kondisi perekonomian yang seret di sekolah anda karena kenaikan BBM. Dengan keunikan dan logisnya bahasan, mudah-mudahan opini anda bisa diterima nalar pembaca, terutama pihak koran, sehingga opini anda diterbitkan.
Yap, demikian tiga poin penting dalam menulis opini. Berikutnya, kegiatan kita adalah menyusun opini kita dalam bentuk struktur tulisan yang runut dan logis.
Struktur Opini
Biasanya opini itu terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. Menulis opini lebih mirip dengan Menulis Artikel, terutama artikel argumentasi. Silakan baca disini tentang cara menulis artikel secara umum (termasuk artikel argumentasi).
Menembus Koran
Keunikan bukanlah satu-satunya bahan pertimbangan pihak koran menerima opini kita. Ada banyak pertimbangan, tiga hal yang paling penting adalah: (1) up to date  alias kekinian, (2) kecepatan kita mengirimnya ke pihak koran dan (3) kerapian tulisan.
Opini yang kita tulis harus membahas keadaan terbaru, khususnya kejadian yang paling hangat (kalau bisa yang paling heboh). Sebab itulah inti koran, membahas kejadian setiap harinya. Dan ini harus kita barengi dengan kecepatan kita mengirimkan opini kita ke koran, sebab kalau telat nanti sudah diserobot sama yang lain yang lebih dulu. Dari itu, kecepatan juga dibutuhkan selain kebaruan dan keunikan.
Dan sebelum kita kirim, kita harus merapikan dulu tulisan kita, perlu ada sedikit pekerjaan edit-mengedit kata yang salah ketik. Sebab pihak penyeleksi sangat malas mengedit, sebab ada ratusan opini baru yang masuk ke mereka tiap harinya. Bila mereka milihat ada kata-kata yang salah ketik, akan sangat mungkin tulisan kita disingkirkan.
Tidak Tembus Koran Bukan Berarti Kiamat
Kebanyakan penulis pemula (termasuk saya dulunya) memanfaatkan koran sebagai wadah uji coba kualitas tulisan mereka. Bila tulisan mereka terbit berarti kualitas tulisan mereka sudah baik dan bila tidak terbit, berarti kualitas tulisan mereka tidak baik. Sebenarnya ini adalah anggapan yang salah.
Sebab banyak tulisan yang bagus yang dikirmkan ke koran tapi ditolak sebab, mungkin, kurang kontekstual, atau ide anda tidak satu ideologi dengan koran, kurang menarik dibaca, banyak kata-kata yang salah ketik, terlalu panjang atau terlalu pendek, atau karena telat ngirimnya, atau juga salah alamat kirim atau bahkan juga bisa jadi karena pihak yang bertugas mengecek email lupa membuka email opini kiriman anda.
Dari itu, ketika anda mengirimkan opini anda ke koran ternyata ditolak, maka jangan berkecil hati, mungkin kesalahan bukan pada diri anda. Lagi pula banyak penulis yang telah menerbitkan banyak karya tulis, bahkan ada yang bukunya menjadi best seller tidak pernah menembus media koran. Jadi bagi anda yang karyanya selalu ditolak jangan merasa rendah diri. Anda tetap bisa menciptakan tulisan yang bagus.
Tulisan yang bagus tidak tergantung pada tembus koran atau tidak. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang alur berpikirnya logis, yang bermanfaat untuk orang banyak, yang orang butuh, yang bisa memberi nilai tambah untuk hidup orang, yang bisa memotivasi, yang bisa mencerahkan, yang bermutu.
Yap, demikian tulisan pendek seputar cara menulis opini saya buat.. Terima kasih telah sudi mampir :)
Salam sukses penulis Indonesia. Semangads!!!

Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik


Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, konsep atau pendapat tertentu.
Bagaimana cara menulis artikel dengan baik? (Juga ada banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menulis/ membuat artikel di blog, cara menulis artikel ilmiah, cara menulis artikel di koran, dll).
Hmm… sebenarnya menulis artikel dasarnya sama (termasuk artikel yang banyak ditanyakan di atas). Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel adalah JENIS artikel apa yang ingin anda tulis. Bila anda tidak tahu jenis artikel apa yang anda tulis, sulit diharapkan artikel anda akan berhasil menarik minat baca karena artikel anda belum jelas formatnya.

Nah, dalam sajian hangat kali ini saya akan bantu anda menjelaskan cara membuat semua jenis artikel berikut saya paparkan contohnya di hadapan anda.
Daftar Isi:

  • Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
  • Artikel Deskripsi
  • Artikel Narasi
  • Artikel Eksposisi
  • Artikel Argumentasi
  • Artikel Persuasi
  • Artikel SEO (Khusus Untuk Menulis Online)
  • Dua Jenis Penulisan
Karena tulisan ini cukup panjang, anda harus sabar membacanya. Rilekskan tubuh anda. Tarik nafas dalam dalam lewat hidung…. keluarkan pelan-pelan lewat mulut… tarik nafas lagi… keluarkan lagi… Yap, mari kita baca dan simak bersama :)

Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum

Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
  1. Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
  2. Tetapkan Tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat, melainkan tersirat.
  3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan (Nanti saya jelaskan dengan contoh di bawah).
  4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel (Penjabaran lebih lanjut saya uraikan dibawah)
  5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Demikian langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk atau jenis artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk atau jenis artikel memiliki cara penulisan berbeda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk atau jenis artikel beserta contohnya.

Artikel Deskripsi
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar. Sebab seratus persen artikel ini berisi gambaran keadaan, kejadian, peristiwa.

Cara Penulisan Artikel Deskripsi
  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
Contoh artikel dapat anda lihat disini.
Oya, penulis artikel deskripsi pada contoh di atas menggunakan teknik pengembangan berdasarkan urutan tempat. Penulis menggambarkan pengalamannya ketika rekreasi ke Pantai Pulau Datuk. Dia menggambarkan indahnya perjalanan di pantai itu dari awal sampai akhir perjalanan secara runut. Si penulis ingin Anda (pembaca) melihat, merasakan, mengalami apa yang ia rasakan dan alami.

Syarat sukses membuat artikel deskripsi adalah, pertama: makin banyak indera yang kita libatkan makin baik karena pembaca akan dapat merasakan, membayangkan bahkan ikut mengalami apa yang kita deskripsikan. Dari contoh artikel di atas misalnya pada judul: Semburat Senja… Si penulis ingin kita melihat senja.
Kedua, jangan masukkan opini atau pendapat anda kedalam artikel. Dasar artikel deskripsi adalah MENGGAMBAR atau MELUKIS, jadi gambar dan lukislah apa adanya, pure alias murni mengajak pembaca untuk melihat keadaan atau realita atau pengalaman yang anda rasakan dan alami.

Cara Menulis Artikel Seo Friendly


Saya sering ditanya tentang cara menciptakan artikel yang seo friendly (SEO yang bersahabat) oleh teman-teman saya. Sudah bisa saya tebak, mereka ini pastilah pemain SEO pemula (Pemula maksud saya adalah orang yang baru memulai mendalami SEO dalam rentang waktu satu sampai dua tahun).
Ketika saya mendapatkan pertanyaan seperti ini maka jawaban saya tidak langsung ke jawaban teknis tapi lebih fokus kepada motivasi. Saya ingin mengajak si penanya untuk menulis dengan HATI (Hmm… kajiannya agak mendalam nih).
Saya serius! Kalau masalah teknis dasar SEO akan saya bagikan dibawah nanti. So, keep smile. Tapi baca dulu bagian ini sebentar!
HATI wadahnya HATI pula. Menulis dengan HATI akan dapat respon ganda. Karena kita akan lebih mengutamakan kualitas tulisan.

Tim google Indonesia telah berpesan kepada seluruh jagat internet negeri ini bahwa SEO itu penting tapi menaruh HATI anda dalam bisnis jauh lebih penting:
“Terlalu fokus pada perubahan tertentu untuk meraih peringkat pada hasil organik mesin telusur belum tentu memberikan hasil yang diinginkan. Pengoptimalan mesin telusur adalah tentang meletakkan kesan indah di awal dalam keterlihatan di mesin telusur, namun konsumen utamanya adalah pengguna Anda, bukan mesin telusur.”
Tim Google Indonesia telah meletakkan kutipan di atas pada paragraf pembuka file panduan SEO yang mereka rilis beberapa waktu lalu. Ini artinya masalah HATI itu nomor satu, tidak boleh diabaikan. Perhatikan kutipan yang saya garis bawahi: konsumen utamanya adalah pengguna Anda.
Karena yang membaca tulisan kita adalah manusia, maka kita harus mampu menarik hati mereka. Ketertarikan muncul bila kita menulis dengan HATI.
Menulis dengan HATI itu adalah menulis dengan jujur. Menulis apa adanya, menulis dengan gaya kita sendiri, tidak meniru-niru, tidak menjiplak tulisan orang lain. Sehingga tulisan kita berkarakter, khas kita.
Walaupun ada banyak tulisan serupa tentang suatu tema di jagat maya, tapi pembaca hanya akan menautkan hati mereka kepada tulisan yang berkarakter, yang khas. Seperti banyak orang pintar berkata: uniqueness make interest, kekhasan akan mengundang ketertarikan.
Bila Anda menulis untuk berbagi dan berbagi dengan HATI maka pembaca akan melihat kehadiran Anda. Mereka akan merasa seolah sedang berdialog dengan Anda. Pembaca juga akan merasakan ketulusan anda. Ketika Anda menulis dengan tulus maka akan melahirkan ikatan personal yang kuat dengan pembaca.
Namun bila karakter Anda tidak hadir di dalam tulisan Anda, pembaca akan mudah bosan. Mereka akan segera meninggalkan tulisan anda.
Bila Anda telah menulis dengan HATI maka….. anda akan dapat untung besar. Anda akan dapat untung banyak “like” dari pembaca. Semakin banyak like semakin besar pula untung anda. Bila udah bagini, maka diri Anda, tulisan Anda dan bisnis Anda akan cepat ter “share” ke jagat maya.
Dan bila sudah begini maka tidak pakai rumus SEO pun juga tak apa. Karena orang akan datang ke situs/ blog Anda dengan sendirinya atas rekomendasi temannya. Inilah yang disebut sebagai efek viral alias lingkaran yang tak putus.
Yups, setelah Anda dapat menangkap pesan saya dalam tulisan ini. Semoga anda bisa menulis artikel yang bersahabat dengan manusia. Selanjutnya barulah Anda saya persilakan untuk dapat ilmu SEO. Ini tidak tanggung-tanggung, saya bawa langsung ilmunya dari tim google Indonesia silakan download file PDFnya disini.

Cara Menjadi Kaya Dengan Menulis


Bisakah kita menjadi kaya dengan menulis? Jelas bisa! Hanya saja tergantung urutannya. Maksud tergantung urutannya bagaimana?
Begini, bila anda membaca tips atau Rahasia Sukses dari para penulis hebat maka anda akan mengetahui bahwa hampir semua mereka menulis untuk berbagi manfaat dulu, bukan ingin menjadi kaya dulu.
Absah saja bila ingin menjadi kaya dengan menulis. Hanya saja bagi penulis hebat, itu bukan urutan yang pertama. Urutan pertama tetap berbagi manfaat.  Sedangkan untuk menjadi kaya urutannya bisa jadi nomor dua; bisa nomor tiga; atau nomor empat; atau nomor belakangnya lagi. Mengerti, kan?

Begitu juga saya. Saya menulis untuk memberi manfaat atau solusi masalah bagi orang lain. Saya menulis karena saya tahu diluar sana ada ribuan orang yang membutuhkan solusi masalah hidup. Dan saya sangat senang menuliskan solusi untuk mereka. Masalah bisa kaya dengan menulis atau tidak, itu nomor enam belas.
Berikut ini adalah tujuan saya menulis:
  1. Untuk kepuasan batin saya. Ini adalah keberkahan ilmu.
  2. Untuk kesenangan batin orang lain. Dan ini adalah manfaat ilmu.
  3. Setelah itu, dengan berbagai pertimbangan nomor-nomor tadi, barulah saya memikirkan cara untuk mengalirkan uang ke kantong saya (hehehe…). Kalau yang satu ini adalah efek samping ilmu.

Dengan cara menerbitkan tulisan atau karya tulis saya, sebenarnya saya telah menerapkan Aturan Emas Kehidupan alias The Golden Rule of Life.
Aturan itu berbunyi: Berikanlah apa yang orang lain inginkan maka engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan.
Saya telah menerapkan aturan emas pada blog ini. Saya telah menulis banyak artikel bermanfaat, berbagi ebook gratis, dan program menulis keren. Setelah melakukan semua ini, saya merasakan kelimpahan datang kedalam hidup saya.

Begitu juga anda. Bila anda ingin menjadi penulis hebat, maka anda harus berbagi manfaat dulu. Bila anda telah menerapkan aturan emasnya, anda akan berlimpah kebaikan. Semakin besar manfaatnya semakin besar pula limpahan kebaikan itu datang kepada anda, termasuk kekayaan.
Bila orang lain menginginkan informasi yang bermanfaat, maka tugas anda adalah menuliskan manfaat itu. Bila anda melakukannya dengan senang hati, maka anda akan merasakan aliran kekayaan.
Bila anda terus-menerus menulis dan menerbitkan buku, maka anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan. 
  • Mereka akan senang dengan anda karena telah berbagi manfaat. Dan bila mereka sudah senang dengan anda, maka…
  • Mereka akan mencari tahu siapa anda dan apa yang telah mereka dapat dari anda. Mereka akan memberitahu teman atau keluarga mereka tentang anda dan apa yang anda tulis.
  • Bahkan bila seandainya anda tawarkan barang bisnis kepada mereka. Anda buat situs bisnis di internet misalnya, dan anda tawarkan barang itu kepada mereka, maka banyak dari mereka akan bersedia membelinya.
Dan saya telah menemukan banyak orang yang sukses dengan cara ini. Mario Teguh adalah salah satu contoh. Orang sukses ini, disamping sukses menulis dan berbicara juga sukses berbisnis. Ketika dia menulis banyak manfaat dalam bukunya, terwujudlah keuntungan menulis yang berlipat ganda dalam dirinya.
Yup, menulis itu enak.  Membuat anda dapat berbagi kepada sesama sambil menuangkan uneg-uneg anda sehingga mengurangi stres. Sambil berbagi pengetahuan, anda juga dapat beruntung secara finansial.
Tips bagi anda yang belum bisa menerbitkan tulisan menjadi buku, mending ngeblog aja. Atau menulis di twitter atau di dinding Facebook anda. Mintalah komentar teman anda. Bila tulisan anda dikomentar baik oleh beberapa teman, yakinlah anda sudah mengalami perkembangan yang baik dalam menulis.
Ayo segera mulai menulis. Menulislah untuk berbagi manfaat yang banyak untuk orang lain. Sambil berbagi manfaat, anda juga bisa kaya dengan menulis.

Dua Kata Sederhana Yang Akan Membuat Keterampilan Menulis Anda Berkembang Pesat


Mungkin kita seringkali kagum pada keterampilan menulis seseorang yang semakin baik setiap hari sedangkan kemampuan kita masih jalan ditempat. Mungkin juga kita sering merasa iri pada penulis lain yang telah mampu menulis dengan lancar sedangkan kita menyusun paragraf menjadi bab saja sulitnya minta ampun.
Atau mungkin juga kita sering merasa terpesona membaca buku orang lain sedangkan buku kita belum rampung juga ditulis. Lalu kita bertanya, bagaimana, sih, cara menjadi penulis seperti mereka?
Jawabannya ada pada dua kata sederhana yang memiliki pengaruh besar ini: practice (latihan) yang massive (banyak). Mari saya tunjukkan sebuah contoh perbandingan.

Mengapa seorang bocah umur lima tahun di Amerika sana sangat lancar berbahasa inggris, padahal mereka tidak pernah belajar bahasa inggris di sekolah? Dan mengapa pula kita orang Indonesia, setelah  belajar bahasa inggris bertahun-tahun di kelas, masih banyak yang tidak bisa berbahasa inggris?

Dan lebih parahnya lagi, ternyata kita sering diajarkan oleh orang yang belum tentu juga menguasai bahasa inggris (walau sering mengaku sarjana bahasa inggris! Maaf numpang nyindir… he.. he…)
Contoh ini sama dengan perbandingan kita dan penulis sukses itu. Mengapa kita sering sekali merasa sulit menciptakan tulisan yang baik dan menarik? Dan mengapa pula penulis hebat itu sangat lihai menciptakan tulisan yang baik, menarik dan bahkan menggugah?
Jawabannya karena kita jarang sekali latihan menulis atau bahkan sering sekali merasa malas untuk melakukannya. Sedangkan penulis yang telah sukses itu telah menulis banyak hal dalam waktu yang lama. Mereka telah memutuskan untuk menulis setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk sesuatu yang mereka impikan sehingga mereka telah menjadi diri mereka yang sekarang. Hebat!

Felix Siauw (Seorang Best Spiritual Motivator, Asli Palembang) dalam satu buku best sellernya, How To Master Your Habits, menuliskan,
“Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits.”
Benar sekali Bang Felix, saya setuju bangets, keren. Bila kita banyak (massive) melatih (practice) minat kita maka dalam keadaan terpaksa ataupun sukarela, pasti kita bakal menguasainya.

Apa yang ditulis Bang Felix ternyata sama dengan apa yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers.

“Bahwa penguasaan dalam suatu bidang tertentu merupakan kunci utama dari kesuksesan, dan penguasaan tersebut hanya bisa diperoleh oleh seseorang jika telah melakukan latihan minimal 10.000 jam.”
Ya, kita akan menguasai keahlian apapun yang kita minati setelah kita berlatih selama 10 ribu jam. Kalau dihitung-hitung, 10 ribu jam itu lebih kurang sama dengan satu tahun tiga bulan atau sekitar 15 bulan (24 jam x 450 hari = 10.800 jam). Tapi karena kita tidak mungkin full menulis 24 jam sehari, maka untuk menjadi ahli dalam waktu 15 bulan rasanya super berat.
Idealnya, sih, seseorang akan mencapai 10 ribu jam dan menjadi ahli menulis setelah berlatih 10 tahun. Itupun kalau dia rutin menulis 3 jam sehari. Perhitungannya begini (wah, jadi seperti belajar matematika ya): bila setahun kita menghabiskan waktu menulis 1.080 jam (3 jam x 360 hari = 1.080 jam). Maka untuk menggapai angka 1o ribu jam kita harus mengalikannya sepuluh. Jumlah jam dalam setahun, 1.080 jam dikali 10 tahun, hasilnya sama dengan 10.800 jam. Yap, kurang lebih begitu hitung-hitungannya.
Apakah ini adalah waktu yang sangat lama?
Yap, masalah lama atau sebentar tergantung kita menjalaninya dengan santai-mengalir. Tidak usah tegang, alami saja sembari mengerjakan aktifitas lain. Ambil cara mudahnya saja, jalan santai saja. Jangan lari sprint, nanti cepat bosan dan cepat patah arang :)
Jadi bila kita ingin ahli melakukan suatu hal, dalam hal ini menulis, berarti kita harus berlatih menulis satu jam 3 setiap hari selama kurang lebih 10 tahun.

Bagaimana dengan saya?
Ketika saya telah menulis (practice) selama kurang lebih dua tahun (massive), maka saya baru bisa merasakan kemampuan dan keterampilan menulis saya bertambah bagus. Dan setelah saya menekuni dunia penulisan selam lebih dari 5 tahun, keahlian itu mulai tumbuh berkembang. Barulah setelah menulis lebih dari 10 tahun (saya mulai terjun menulis tahun 2004), saya bisa merasakan nikmatnya menulis.
Pikiran, perasaan dan tangan saya telah menyatu, ketiganya berjalan seiring seirama.  Saya bebas dari writing block. Saya bisa menulis dengan mengalir-lancar, tanpa kendala. Sama seperti saya bicara. Aktivitas menulis saya pun menjadi menyenangkan dan bergairah.  Mantap!

Jadwal menulis kita tentu tidak harus kaku. Artinya tidak harus selalu menulis 3 jam sehari, 4 jam sehari juga boleh. Atau hari ini kita menulis 4 jam, besok kita menulis 2 jam, misalnya, jug tidak apa-apa. Hari ini nulis 1 jam, besok nulis 1 jam tapi di akhir pekan kita ganti jam itu dengan menulis banyak sampai 5 jam, misalnya. Intinya kita harus komitmen dengan jadwal praktek agar kemampuan menulis kita terus terasah.

Anda pun bisa menjadi penulis hebat seperti penulis lain yang telah sukses itu, termasuk seperti saya, asal anda komitmen dengan diri anda dan harus mau latihan (practice) menulis dalam waktu yang lama (massive) dengan penuh kesungguhan.
Tidak ada yang instan dan magic disini. Anda hanya perlu menekan diri anda untuk mau menulis setiap hari walaupun beberapa menit atau beberapa jam. Atur jadwal anda untuk mengisi minggu dan bulan anda dengan menulis. Anda harus bersedia menjalani prosesnya dengan tekun. Anda harus bisa menikmati suka dukanya dengan sabar sampai tulisan anda terbit dan bisa dibaca serta dinikmati banyak orang. Apakah anda siap?